Sixsense
MAIN CAST :
- DO KYUNG SOO
- KIM JONG IN
OTHER
CAST :
- ETC (TEMUKAN SENDIRI)
GENRE :
- SUPERNATURAL
- ROMANCE
- ETC
RATE : T
AUTHOR
: Y.P PARK MI CHAN
SUMMARY
:
Perempuan dengan kekuatan? Misteri?
Perempuan biru? Cinta? Beberapa orang dengan kekuatan yang sama? Akankah ini
semakin menarik? Kita lihat saja nanti. Dan sebuah jam kantong tergantung indah
di sebuah ruangan, LETS START! “Kakakku atau kau yang akan hidup?”
.
.
.
Prolog
:
Kyung Soo hanya bisa melihat
kakaknya pingsan, dia ingin memeluk tubuh sang kakak namun dia tidak bisa
bergerak, dia ingin berteriak namun mulutnya tidak bisa terbuka, dia ingin
menangis namun tenaganya sudah habis.
Tiba-tiba,
seorang laki-laki dan seorang perempuan keluar dari sebuah lubang yang
bercahaya. “Kyung Soo-ah gomawo, kami akan membalas kebaikanmu” kata perempuan
itu yang ternyata perempuan yang tadi, mereka berduapun membawa Kyung Soo dan
Luhan ke dalam kamar yang ada di rumah kakek mereka. Mereka pun menghilang
setelah meletakkan mereka di atas kasur.
Setelah
kejadian itu, Kyung Soo berubah menjadi sosok yang pendiam… mungkin karena
kejadian tersebut dan dia berpikir dia akan memiliki tugas yang berat untuk di
emban sendiri juga dia masih kecil.
Aneh…
Kyung Soo tidak dapat mengeluarkan kekuatannya sama sekali, apa itu hanya
sebuah keberuntungan. Berlari, bersembunyi, menangis, tertekan. Ya… itulah
kehidupan Kyung Soo sekarang.
.
.
.
BEGINNING
.
.
.
“Kyung
Soo” panggil seseorang membuat Kyung Soo mengarahkan penglihatannya ke
sekelilingnya, kening Kyung Soo mengerut. Sejak kapan ia berada di tempat ini?
Bahkan ini bukanlah tempat maupun ruangan, ini bisa dibilang ruang hampa.
Semuanya serba putih, dan tidak ada sama sekali barang maupun makhluk hidup di
sana. Hanya ada Kyung Soo dan suara yang terus memanggilnya sedari tadi.
Namun,
badannya tidak bisa bergerak. Bahkan untuk menggerakan satu jari saja ia tidak
bisa. Ia dikendalikan, ia hanya bisa diam. Diam dan menunggu apa yang akan
terjadi selanjutnya.
Tiba-tiba
ia melihat seorang perempuan dengan pakaian dress bewarna hitam juga disertai
renda-renda biru di bawahnya, rambutnya yang bewarna biru gelap, dan matanya
bewarna biru pekat. Perempuan itu tersenyum ke arahnya kemudian menuntunnya ke
sebuah lorong gelap. Dan ketika mereka berdua ada di lorong tersebut, Kyung Soo
dapat melihat pendar biru mengelilingi perempuan yang tengah menggandengnya.
Perempuan tersebut
akhirnya menunjukkan sebuah cermin yang tengah berdiri di tengah-tengah lorong
tersebut kepada Kyung Soo, dan Kyung Soo dapat melihat dirinya. Namun, seketika
Kyung Soo merinding. Dirinya yang ada di cermin tiba-tiba berubah menjadi sosok
dirinya yang dulu. Sosok dirinya ketika menyelamatkan kakaknya Luhan. Dan
sekarang dirinya mengeluarkan pendar bewarna merah di sekelilingnya. Kyung Soo
sempat mendengar perempuan yang tengah menggandenganya ini mengatakan sebuah
kata “ai..n” karena tidak terlalu jelas Kyung Soo pun hanya diam lalu
menundukkan kepalanya.
Perempuan itu tersenyum
puas kemudian menarik Kyung Soo memasuki sebuah hutan, semakin dalam hutan itu
semakin lebat. Akhirnya, mereka berdua berhenti tepat di depan sebuah pintu
yang tertutupi tanaman ilalang maupun akar-akar tanaman yang merambat dan tumbuh
di pintu tersebut.
“gerhana matahari” kata
perempuan itu kemudian memasuki pintu tersebut dengan menembuskan dirinya ke
pintu tersebut setelah tersenyum atau lebih tepatnya tersenyum licik kepada
Kyung Soo. Tiba-tiba tanah yang ada di sana bergoyang hebat, dan Kyung Soo pun
terjatuh ke dalam sebuah lubang besar.
.
.
.
“TIDAK!!!”
teriak Kyung Soo kemudian mendudukkan dirinya, keringat dingin bisa terlihat di
daerah keningnya. Apakah tadi mimpi? Apakah tadi... ah untung saja itu hanya
mimpi. Ia masih berada di kamarnya juga tengah duduk di atas kasurnya, dengan
perlahan Kyung Soo meminum air putih yang memang sudah ia sediakan tadi malam.
Ya inilah kebiasaan Kyung Soo, ia harus minum ketika ia baru saja bangun dari
tidurnya.
“Kyung,
kau baik-baik saja?” tanya Luhan ketika ia baru saja memasuki kamar adiknya
tersebut, Kyung Soo pun mengangguk. Mungkin Luhan terbangun karena teriakannya
tadi.
“ini
baru pukul tiga pagi, lebih baik kau tidur lagi Kyung. Pukul tujuh nanti kau
akan menghadiri upacara hari pertama sekolahmu, dan aku akan melihatmu dari
jauh. Tenang saja Kyung, kembalilah tidur” kemudian Kyung Soo hanya mengangguk
membalas perkataan Luhan, setelah menyelimuti adiknya tersebut. Luhan pun pergi
ke kamarnya kembali kemudian melanjutkan tidurnya dan memanfaatkan waktu dua jam untuk kembali mengistirahatkan
badannya lagi.
Namun,
Kyung Soo tidak dapat langsung menidurkan dirinya lagi. Ia masih memikirkan
kejadian tadi, lebih tepatnya mimpinya tadi. Apa maksudnya tadi? Lalu siapa
perempuan tadi? Tiba-tiba dirinya membeku, ia melihat seseorang tengah
menatapnya prihatin, ia seorang perempuan, memakai pakaian putih dan bersayap,
rambutnya bewarna merah, dan juga matanya bewarna merah. Seperti milik Kyung
Soo ketika berubah.
“apa
maumu? Tolong pergilah” ucap Kyung Soo pelan dengan suara serak, kemudian
perempuan itu duduk di samping Kyung Soo kemudian mengelus pipinya. Kyung Soo
yang tadi benar-benar ketakutan kini terdiam, belaian tangan ini. Benar-benar
membuat Kyung Soo terbuai, Kyung Soo pernah merasakan ini. Tapi kapan? Ah...
Kyung Soo tidak peduli. Ia kini tengah menutup matanya, sebelum ia menutup
matanya ia sempat melihat perempuan itu tersenyum ke arahnya.
Dan
perlahan-lahan ia merasakan mengantuk yang amat sangat, setelah perempuan itu
mencium keningnya Kyung Soo akhirnya benar-benar tertidur.
~o0o~
“kalian
harus lihat bagaimana lucunya adikku, dia bernama Kyung Soo” kata Luhan membuat
Baekhyun –teman akrabnya, mengangguk dan sangat penasaran. Kini mereka berdua
tengah berjalan ke arah aula, di mana Kyung Soo tengah mendengarkan tata
peraturan sekolah barunya ini.
“itu
dia!” seru Luhan sambil menunjuk Kyung Soo yang tengah mencatat apa yang
dikatakan kepala sekolah yang berada di tengah gerombolan siswa maupun siswi
baru.
“kau
serius? Kenapa mata kalian berbeda?” tanya Baekhyun membuat Luhan terkekeh lalu
memukul kepala Baekhyun pelan. Membuat Baekhyun geram kemudian membalas
perbuatan Luhan tadi dan membuat Luhan semakin tertawa lepas.
“mataku
itu mirip Ibuku, sedangkan Kyung Soo lebih mirip Ayahku” jelas Luhan lalu
Baekhyun pun hanya mengangguk. Namun, kening Baekhyun berkerut seketika ketika
melihat Kyung Soo menutup matanya.
“Lu,
kenapa Kyung Soo menutup matanya?” tanya Baekhyun dan membuat Luhan terdiam.
“jangan ceritakan ini
kepada siapapun... aku terlalu lelah dengan hinaan dan juga makian yang
ditujukan kepada ku karena kekuatan ini” itulah yang dikatakan
Kyung Soo sebelum memasuki area sekolah, Luhan akhirnya harus berbohong dengan
sahabatnya ini.
“dia
kalau mengantuk seperti itu, dia harus menutup matanya sampai beberapa menit”
jelas Luhan, Baekhyun pun memikirkannya sebentar.
Kenapa
perempuan bersayap ini mengikuti Kyung Soo? Dengan cepat Kyung Soo menutup
matanya sambil menghela nafas. Ia sudah cukup lelah karena penjelasan dari
kepala sekolah yang terlalu panjang, dan haruskah ia bertemu sesosok makhluk
astral sepagi ini. Ah... tidak ia sudah menemui hantu yang ada di depannya ini
pada dini hari yang lalu.
“hutan... jangan”
kepala Kyung Soo mendongak, apa maksudnya? Kyung Soo dapat melihat gurat ketakutan
hantu tersebut di wajahnya. Dan semua orang akhirnya berdiri dan mninggalkan
ruangan membuat Kyung Soo sangat bersyukur kemudian dengan cepat ia pergi dari
situ.
“sepuluh
IPA tiga” guman Kyung Soo dan setelah ia menemukan kelasnya, ia pun memasuki
kelas tersebut. Dengan perlahan ia membaca satu persatu nama yang tertempel di
meja dan ia pun menemukan namanya, mejanya nomor dua dari depan, di sampingnya
terdapat jendela yang mengarahkan pemandangan dari lantai dua ke lapangan voly.
“pergi!!!”
bentak seseorang yang tengah duduk di kursinya, tidak dia bukan orang! Wajahnya
pucat, rambut panjangnya terpenuhi oleh debu dan lumpur, matanya yang menatap
tajam ke arah Kyung Soo tersebut bahkan bewarna putih.
“wah
ada teman satu kelas yang manis!” seru seorang lelaki yang ada di belakang
Kyung Soo dan langsung memeluk Kyung Soo dari belakang, dan Kyung Soo dapat
melihat hantu itu terbang menjauh dengan wajah berekpresi kepanasan. Ada apa
ini? Tiba-tiba Kyung Soo dapat merasakan percikan air mengenai rambutnya dan
juga lelaki yang tengah memeluknya ini terkena siraman air, hantu itu yang
terkena air tersebut terbakar kemudian pergi menghilang.
“jangan
memeluk orang yang baru ditemui Jong In! Dia itu perempuan!” bentak lelaki yang
menyiram lelaki berkulit tan yang tengah memeluknya ini. Akhirnya pelukan itu
pun dilepaskan. Kyung Soo masih tidak bisa bergerak, kepalanya masih memikirkan
kejadian tadi.
“Xi
Kyung Soo, wah dia keturunan China Joon
Myeon, tapi matanya tidak menunjukkan dia keturun China” kata Jong In –orang yang memeluknya tadi, sedangkan Joon
Myeon –lelaki yang menyiram Jong In tadi, hanya diam sambil memperhatikan Kyung
Soo yang terdiam sedari tadi.
“hai,
namaku Kim Joon Myeon, sedangkan lelaki kurang ajar yang memelukmu tadi adalah
sepupuku. Namanya Kim Jong In” Kyung Soo pun menundukkan badannya pelan
kemudian menatap Jong In dan Joon Myeon perlahan.
“namaku
Xi Kyung Soo, salam kenal” ucap Kyung Soo membuat Jong In berteriak histeris.
Sedangkan Joon Myeon langsung mengcekik Jong In yang berteriak seperti tadi,
tanpa sadar Kyung Soo tersenyum.
“manisnya!!!
Aku ingin memelukmu lagi boleh?” tanya Jong In setelah bebas dari cekikan Joon
Myeon, dengan cepat Kyung Soo mengerjabkan matanya lucu.
“jangan
membuat dia ketakutan Kkamjjong!”
“baiklah-baiklah”
setelah itu Jong In pun duduk di mejanya yang letaknya berada di belakang meja
Kyung Soo, dan Joon Myeon juga duduk di mejanya yang terletak di depan meja
Kyung Soo.
“Kyung...
kemari sebentar” panggil Jong In pelan, dengan ragu Kyung Soo pun berjalan ke arah
Jong In. Jong In pun berdiri kemudian membungkukkan badannya agar wajahnya
sejajar dengan Kyung Soo. Dan itu telah membuat Kyung Soo gugup setengah mati.
“kalau
dia mengganggumu lagi, teriakkan saja namaku dua kali, kalau mau cepat teriak
dengan seperti ini ‘Jong In ku sayang!’ maka aku akan datang” bisik Jong In
membuat Kyung Soo membulatkan matanya, tunggu... menganggu? Berarti!
“Jong,
kau mau ke kantin? Mumpung satu minggu tidak ada pembelajaran yang penting”
jelas Joon Myeon kemudian Jong In pun membalas dengan kata ‘YA’ dan setelah
mengelus rambut Kyung Soo ia pun berjalan keluar kelas bersama Joon Myeon.
“hai,
apakah namamu Xi Kyung Soo?” tanya seorang perempuan dengan rambut bergaya
ombre coklat dan oranye, dan di belakang perempuan tersebut terdapat seorang
perempuan dengan rambut bergaya ombre hitam dan hijau.
“ii...
iya, apa kalian ada perlu denganku?” tanya Kyung Soo pelan, membuat mereka
terkekeh pelan.
“tidak,
kami hanya ingin berkenalan. Namaku Kang Seulgi, dan dia Park Sooyoung. Salam
kenal” jelas Seulgi –perempuan berambut oranye, sambil menjulurkan tangannya ke
arah Kyung Soo dengan senyum merekah. Untuk pertama kalinya Kyung Soo
mendapatkan perlakuan selembut ini. Dengan perlahan, Kyung Soo pun menyambut
tangan tersebut kemudian mereka bertiga melakukan perjabatan tangan tanda
mereka sudah berkenalan.
“kau
mau ke kantin bersama kami Kyung? Kalau berdua saja tidak seru” kata Sooyoung
dan Kyung Soo pun mengangguk pelan membuat Seulgi maupun Sooyoung tersenyum
cerah lalu dengan cepat menyeret Kyung Soo ke kantin.
~o0o~
“jangan... Kyung Soo”
ucap seorang perempuan berambut merah ke arah perempuan berambut biru, membuat
perempuan berambut biru tersebut mengernyitkan keningnya.
“bukankah kau senang
akan kembali bersama kami bertiga lagi, kita akan bersenang-senang seperti
dulu” jelas perempuan berambut biru dengan senyum cerahnya sambil menunjukkan
sebuah pigura foto yang terisi oleh empat orang perempuan dengan warna rambut
yang berbeda.
“sedih... jangan”
“seharusnya kau
senang!!! Aku sudah membuatmu bisa pergi kemana pun kamu mau, kenapa kau tidak
senang ketika kita akan seperti dulu lagi!!!” teriak perempuan berambut biru
kemudian melempari perempuan berambut merah tersebut dengan serbuk membuat ia
menjerit kesakitan.
“cukup, aku ingin
istirahat. Kau yang mengawali dan kau yang harus mengakhiri” jelas perempuan
berambut biru tersebut kemudian pergi dari sana.
~o0o~
“bagaimana
hari pertamamu di sekolah Kyung?” tanya seorang lelaki paruh baya, sekarang
keluarga Xi tengah memakan makan malam mereka dengan khidmat. Dan Luhan pun
mengarahkan penglihatannya ke arah adiknya tersebut.
“sangat
menyenangkan, Seulgi dan Sooyoung benar-benar baik, dan Jong In juga Joon Myeon
sangat ramah” jelas Kyung Soo dengan wajah berseri membuat Luhan melongo
sekaligus senang. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Kyung Soo akhirnya
tersenyum di hadapannya.
“oh
ya, besok pulang sekolah aku ingin berdo’a untuk Ibu, Lu bisa temani aku kan?”
tanya Kyung Soo dan langsung Luhan angguki. Jujur saja, Kyung Soo tidak pernah
bisa mengingat wajah Ibunya yang telah meninggal. Selalu buram, dan itu membuat
Kyung Soo frustasi.
“selesaikan
makanmu Kyung, lalu cepatlah tidur. Kau tidak mau kan Sooyoung maupun Seulgi
menertawakan matamu karena ada kantungnya” jelas ayahnya membuat Kyung Soo
tertawa pelan, Luhan yang melihat itu hanya terdiam. Adiknya... sudah bisa
tertawa. Dan tak bisa ia tahan, senyum bahagia pun terbentuk di wajah
mungilnya.
~o0o~
“Jong,
bagaimana dengan Yixing?” tanya Joon Myeon yang tengah membaca novel di sofa,
sedangkan Jong In tengah memainkan gamenya.
“baik,
dia hanya perlu terapi beberapa kali lagi agar bisa berjalan lagi” jawab Jong
In, entah kenapa selera untuk bemain gamenya menghilang ketika mengingat Zhang
Yizing, kekasih dari Joon Myeon yang telah rela mengeluarkan semua kekuatannya
demi mereka bersembilan. Dan efek sampingnya, Yixing akhirnya mengalami
kelumpuhan. Joon Myeon pun sempat dilarikan ke psikolog karena tertekan dan
rasa bersalah menghinggapinya.
“kita
hanya perlu menunggu Joon, dan semoga dia-yang-dirahasiakan-namanya tidak
bertindak sekarang” jelas Jong In dan Joon Myeon hanya mengangguk.
“bagaimana
dengan mereka berdua?”
“siapa?”
“tanah
dan telepathy?” Jong In terdiam, ya... sekarang dia-yang-dirahasiakan-namanya
tengah mengincar pengendali tanah. Sudah lama tidak melihatnya membuat Jong In
menggigit bibirnya.
“sekarang
dia memiliki kekuatan yang lain Jong, jadi bisa dibilang dia punya dua
kekuatan. Makanya dia-yang-dirahasiakan-namanya sangat mengincarnya, entah
karena kekuatannya atau alasan yang lain.” Jelas Jong In lagi, matanya memanas.
Jong In benar-benar tidak ingin kehilangan si pengendali tanah lagi.
Sudah
cukup ketika si pengendali tanah pergi meninggalkannya bersama si telepathy karena
mencoba kapsul waktu milik Joon Myeon dan si pengendali gravitasi, terjadi
kerusakan dan tidak bisa membuat si pengendali tanah dan si telepathy kembali.
Dan setelah memperbaikinya mereka semua pun melompati waktu di mana si
pengendali tanah dan si telepathy berada.
“zaman
sekarang, hantu sangat berani ya”
“itu
karena kita meninggalkan zaman kita dan berdampak untuk masa depan” jelas Joon
Myeon. Tiba-tiba angin deras memasuki rumah mereka melalui jendela, membuat
Jong In mendengus kesal.
“tidak
usah seperti itu, aku tahu itu kau” kata Joon Myeon dan akhirnya seseorang
keluar dari pusaran angin dengan wajah datarnya, ia ini si pengendali angin.
“ku
dengar kalian sudah menemukan mereka” kata lelaki itu, Joon Myeon tersenyum.
Sedangkan lelaki itu duduk sambil mengarahkan penglihatanya ke arah Jong In
maupun Joon Myeon.
“kekasihmu
baik-baik saja, namun mereka tidak mengingat kita” penjelasan Joon Myeon
membuat lelaki tersebut tersenyum getir, Jong In dan Joon Myeon tahu apa yang
dirasakan lelaki yang ada di hadapan mereka sekarang.
“Jong In ku sayang!”
dengan cepat Jong In berdiri, itu Kyung Soo... ia dapat mendengar Kyung Soo
memanggilnya. Dan dengan cepat Jong In pergi ke tempat Kyung Soo, dengan
kekuatan teleportnya. Ya dialah si teleport.
“ada
apa?!” seru Joon Myeon namun Jong In malah menghilang, dan dalam waktu
bersamaan lelaki yang ada di depannya sudah menghilang. Wajah panik sudah
terukir di wajah Joon Myeon.
apa yang terjadi?
~TBC~
A/N :
Annyeong!!! Akhirnya bisa comeback dari hiatus
lama T.T oh ya maaf udah bikin kalian penasaran, pdhal pennya di lanjtin yang
ff kemarin tp krna udah bingung stngah mati gmna lanjtuinnya jadi lebih baik
ngetik ulang ama masukin ide-ide yang lain :D
Makasih udah follow favorit ff abal
say juseyo T.T
Jan lupa RnR, tapi jngn isinya
“next, good, done, dan bla bla bla” krna yang aku btuhin dari kalian itu
masukan dan saran juseyo XD
Makasih juseyo :*
Oh ya ini ff gk bkal cman dpublish
di ff.net aja, tp di blog kaka tersyang soyo hoho #ala kakek-kakek. Jan lupa
RnR juseyo J

No comments:
Post a Comment