Saturday, October 18, 2014

Sixsense



 Sixsense



MAIN CAST  :

  •   DO KYUNG SOO

  •  KIM JONG IN

OTHER CAST :

  • ETC (TEMUKAN SENDIRI)

GENRE          :

  • SUPERNATURAL

  •  ROMANCE

  •  ETC

RATE              : T

AUTHOR       : Y.P PARK MI CHAN

SUMMARY :
Perempuan dengan kekuatan? Misteri? Perempuan biru? Cinta? Beberapa orang dengan kekuatan yang sama? Akankah ini semakin menarik? Kita lihat saja nanti. Dan sebuah jam kantong tergantung indah di sebuah ruangan, LETS START! “Kakakku atau kau yang akan hidup?”

.
.
.





Prolog :

Kyung Soo hanya bisa melihat kakaknya pingsan, dia ingin memeluk tubuh sang kakak namun dia tidak bisa bergerak, dia ingin berteriak namun mulutnya tidak bisa terbuka, dia ingin menangis namun tenaganya sudah habis.
            Tiba-tiba, seorang laki-laki dan seorang perempuan keluar dari sebuah lubang yang bercahaya. “Kyung Soo-ah gomawo, kami akan membalas kebaikanmu” kata perempuan itu yang ternyata perempuan yang tadi, mereka berduapun membawa Kyung Soo dan Luhan ke dalam kamar yang ada di rumah kakek mereka. Mereka pun menghilang setelah meletakkan mereka di atas kasur.
            Setelah kejadian itu, Kyung Soo berubah menjadi sosok yang pendiam… mungkin karena kejadian tersebut dan dia berpikir dia akan memiliki tugas yang berat untuk di emban sendiri juga dia masih kecil.
            Aneh… Kyung Soo tidak dapat mengeluarkan kekuatannya sama sekali, apa itu hanya sebuah keberuntungan. Berlari, bersembunyi, menangis, tertekan. Ya… itulah kehidupan Kyung Soo sekarang.
.
.
.
BEGINNING
.
.
.

            “Kyung Soo” panggil seseorang membuat Kyung Soo mengarahkan penglihatannya ke sekelilingnya, kening Kyung Soo mengerut. Sejak kapan ia berada di tempat ini? Bahkan ini bukanlah tempat maupun ruangan, ini bisa dibilang ruang hampa. Semuanya serba putih, dan tidak ada sama sekali barang maupun makhluk hidup di sana. Hanya ada Kyung Soo dan suara yang terus memanggilnya sedari tadi.
            Namun, badannya tidak bisa bergerak. Bahkan untuk menggerakan satu jari saja ia tidak bisa. Ia dikendalikan, ia hanya bisa diam. Diam dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
            Tiba-tiba ia melihat seorang perempuan dengan pakaian dress bewarna hitam juga disertai renda-renda biru di bawahnya, rambutnya yang bewarna biru gelap, dan matanya bewarna biru pekat. Perempuan itu tersenyum ke arahnya kemudian menuntunnya ke sebuah lorong gelap. Dan ketika mereka berdua ada di lorong tersebut, Kyung Soo dapat melihat pendar biru mengelilingi perempuan yang tengah menggandengnya.
Perempuan tersebut akhirnya menunjukkan sebuah cermin yang tengah berdiri di tengah-tengah lorong tersebut kepada Kyung Soo, dan Kyung Soo dapat melihat dirinya. Namun, seketika Kyung Soo merinding. Dirinya yang ada di cermin tiba-tiba berubah menjadi sosok dirinya yang dulu. Sosok dirinya ketika menyelamatkan kakaknya Luhan. Dan sekarang dirinya mengeluarkan pendar bewarna merah di sekelilingnya. Kyung Soo sempat mendengar perempuan yang tengah menggandenganya ini mengatakan sebuah kata “ai..n” karena tidak terlalu jelas Kyung Soo pun hanya diam lalu menundukkan kepalanya.
Perempuan itu tersenyum puas kemudian menarik Kyung Soo memasuki sebuah hutan, semakin dalam hutan itu semakin lebat. Akhirnya, mereka berdua berhenti tepat di depan sebuah pintu yang tertutupi tanaman ilalang maupun akar-akar tanaman yang merambat dan tumbuh di pintu tersebut.
“gerhana matahari” kata perempuan itu kemudian memasuki pintu tersebut dengan menembuskan dirinya ke pintu tersebut setelah tersenyum atau lebih tepatnya tersenyum licik kepada Kyung Soo. Tiba-tiba tanah yang ada di sana bergoyang hebat, dan Kyung Soo pun terjatuh ke dalam sebuah lubang besar.
.
.
.
 
“TIDAK!!!” teriak Kyung Soo kemudian mendudukkan dirinya, keringat dingin bisa terlihat di daerah keningnya. Apakah tadi mimpi? Apakah tadi... ah untung saja itu hanya mimpi. Ia masih berada di kamarnya juga tengah duduk di atas kasurnya, dengan perlahan Kyung Soo meminum air putih yang memang sudah ia sediakan tadi malam. Ya inilah kebiasaan Kyung Soo, ia harus minum ketika ia baru saja bangun dari tidurnya.
“Kyung, kau baik-baik saja?” tanya Luhan ketika ia baru saja memasuki kamar adiknya tersebut, Kyung Soo pun mengangguk. Mungkin Luhan terbangun karena teriakannya tadi.
“ini baru pukul tiga pagi, lebih baik kau tidur lagi Kyung. Pukul tujuh nanti kau akan menghadiri upacara hari pertama sekolahmu, dan aku akan melihatmu dari jauh. Tenang saja Kyung, kembalilah tidur” kemudian Kyung Soo hanya mengangguk membalas perkataan Luhan, setelah menyelimuti adiknya tersebut. Luhan pun pergi ke kamarnya kembali kemudian melanjutkan tidurnya dan memanfaatkan  waktu dua jam untuk kembali mengistirahatkan badannya lagi.
Namun, Kyung Soo tidak dapat langsung menidurkan dirinya lagi. Ia masih memikirkan kejadian tadi, lebih tepatnya mimpinya tadi. Apa maksudnya tadi? Lalu siapa perempuan tadi? Tiba-tiba dirinya membeku, ia melihat seseorang tengah menatapnya prihatin, ia seorang perempuan, memakai pakaian putih dan bersayap, rambutnya bewarna merah, dan juga matanya bewarna merah. Seperti milik Kyung Soo ketika berubah.
“apa maumu? Tolong pergilah” ucap Kyung Soo pelan dengan suara serak, kemudian perempuan itu duduk di samping Kyung Soo kemudian mengelus pipinya. Kyung Soo yang tadi benar-benar ketakutan kini terdiam, belaian tangan ini. Benar-benar membuat Kyung Soo terbuai, Kyung Soo pernah merasakan ini. Tapi kapan? Ah... Kyung Soo tidak peduli. Ia kini tengah menutup matanya, sebelum ia menutup matanya ia sempat melihat perempuan itu tersenyum ke arahnya.
Dan perlahan-lahan ia merasakan mengantuk yang amat sangat, setelah perempuan itu mencium keningnya Kyung Soo akhirnya benar-benar tertidur.
~o0o~
“kalian harus lihat bagaimana lucunya adikku, dia bernama Kyung Soo” kata Luhan membuat Baekhyun –teman akrabnya, mengangguk dan sangat penasaran. Kini mereka berdua tengah berjalan ke arah aula, di mana Kyung Soo tengah mendengarkan tata peraturan sekolah barunya ini.
“itu dia!” seru Luhan sambil menunjuk Kyung Soo yang tengah mencatat apa yang dikatakan kepala sekolah yang berada di tengah gerombolan siswa maupun siswi baru.
“kau serius? Kenapa mata kalian berbeda?” tanya Baekhyun membuat Luhan terkekeh lalu memukul kepala Baekhyun pelan. Membuat Baekhyun geram kemudian membalas perbuatan Luhan tadi dan membuat Luhan semakin tertawa lepas.
“mataku itu mirip Ibuku, sedangkan Kyung Soo lebih mirip Ayahku” jelas Luhan lalu Baekhyun pun hanya mengangguk. Namun, kening Baekhyun berkerut seketika ketika melihat Kyung Soo menutup matanya.
“Lu, kenapa Kyung Soo menutup matanya?” tanya Baekhyun dan membuat Luhan terdiam.
“jangan ceritakan ini kepada siapapun... aku terlalu lelah dengan hinaan dan juga makian yang ditujukan kepada ku karena kekuatan ini” itulah yang dikatakan Kyung Soo sebelum memasuki area sekolah, Luhan akhirnya harus berbohong dengan sahabatnya ini.
“dia kalau mengantuk seperti itu, dia harus menutup matanya sampai beberapa menit” jelas Luhan, Baekhyun pun memikirkannya sebentar.
Kenapa perempuan bersayap ini mengikuti Kyung Soo? Dengan cepat Kyung Soo menutup matanya sambil menghela nafas. Ia sudah cukup lelah karena penjelasan dari kepala sekolah yang terlalu panjang, dan haruskah ia bertemu sesosok makhluk astral sepagi ini. Ah... tidak ia sudah menemui hantu yang ada di depannya ini pada dini hari yang lalu.
“hutan... jangan” kepala Kyung Soo mendongak, apa maksudnya? Kyung Soo dapat melihat gurat ketakutan hantu tersebut di wajahnya. Dan semua orang akhirnya berdiri dan mninggalkan ruangan membuat Kyung Soo sangat bersyukur kemudian dengan cepat ia pergi dari situ.
“sepuluh IPA tiga” guman Kyung Soo dan setelah ia menemukan kelasnya, ia pun memasuki kelas tersebut. Dengan perlahan ia membaca satu persatu nama yang tertempel di meja dan ia pun menemukan namanya, mejanya nomor dua dari depan, di sampingnya terdapat jendela yang mengarahkan pemandangan dari lantai dua ke lapangan voly.
“pergi!!!” bentak seseorang yang tengah duduk di kursinya, tidak dia bukan orang! Wajahnya pucat, rambut panjangnya terpenuhi oleh debu dan lumpur, matanya yang menatap tajam ke arah Kyung Soo tersebut bahkan bewarna putih.
“wah ada teman satu kelas yang manis!” seru seorang lelaki yang ada di belakang Kyung Soo dan langsung memeluk Kyung Soo dari belakang, dan Kyung Soo dapat melihat hantu itu terbang menjauh dengan wajah berekpresi kepanasan. Ada apa ini? Tiba-tiba Kyung Soo dapat merasakan percikan air mengenai rambutnya dan juga lelaki yang tengah memeluknya ini terkena siraman air, hantu itu yang terkena air tersebut terbakar kemudian pergi menghilang.
“jangan memeluk orang yang baru ditemui Jong In! Dia itu perempuan!” bentak lelaki yang menyiram lelaki berkulit tan yang tengah memeluknya ini. Akhirnya pelukan itu pun dilepaskan. Kyung Soo masih tidak bisa bergerak, kepalanya masih memikirkan kejadian tadi.
“Xi Kyung Soo, wah dia keturunan China Joon Myeon, tapi matanya tidak menunjukkan dia keturun China” kata Jong In –orang yang memeluknya tadi, sedangkan Joon Myeon –lelaki yang menyiram Jong In tadi, hanya diam sambil memperhatikan Kyung Soo yang terdiam sedari tadi.
“hai, namaku Kim Joon Myeon, sedangkan lelaki kurang ajar yang memelukmu tadi adalah sepupuku. Namanya Kim Jong In” Kyung Soo pun menundukkan badannya pelan kemudian menatap Jong In dan Joon Myeon perlahan.
“namaku Xi Kyung Soo, salam kenal” ucap Kyung Soo membuat Jong In berteriak histeris. Sedangkan Joon Myeon langsung mengcekik Jong In yang berteriak seperti tadi, tanpa sadar Kyung Soo tersenyum.
“manisnya!!! Aku ingin memelukmu lagi boleh?” tanya Jong In setelah bebas dari cekikan Joon Myeon, dengan cepat Kyung Soo mengerjabkan matanya lucu.
“jangan membuat dia ketakutan Kkamjjong!”
“baiklah-baiklah” setelah itu Jong In pun duduk di mejanya yang letaknya berada di belakang meja Kyung Soo, dan Joon Myeon juga duduk di mejanya yang terletak di depan meja Kyung Soo.
“Kyung... kemari sebentar” panggil Jong In pelan, dengan ragu Kyung Soo pun berjalan ke arah Jong In. Jong In pun berdiri kemudian membungkukkan badannya agar wajahnya sejajar dengan Kyung Soo. Dan itu telah membuat Kyung Soo gugup setengah mati.
“kalau dia mengganggumu lagi, teriakkan saja namaku dua kali, kalau mau cepat teriak dengan seperti ini ‘Jong In ku sayang!’ maka aku akan datang” bisik Jong In membuat Kyung Soo membulatkan matanya, tunggu... menganggu? Berarti!
“Jong, kau mau ke kantin? Mumpung satu minggu tidak ada pembelajaran yang penting” jelas Joon Myeon kemudian Jong In pun membalas dengan kata ‘YA’ dan setelah mengelus rambut Kyung Soo ia pun berjalan keluar kelas bersama Joon Myeon.
“hai, apakah namamu Xi Kyung Soo?” tanya seorang perempuan dengan rambut bergaya ombre coklat dan oranye, dan di belakang perempuan tersebut terdapat seorang perempuan dengan rambut bergaya ombre hitam dan hijau.
“ii... iya, apa kalian ada perlu denganku?” tanya Kyung Soo pelan, membuat mereka terkekeh pelan.
“tidak, kami hanya ingin berkenalan. Namaku Kang Seulgi, dan dia Park Sooyoung. Salam kenal” jelas Seulgi –perempuan berambut oranye, sambil menjulurkan tangannya ke arah Kyung Soo dengan senyum merekah. Untuk pertama kalinya Kyung Soo mendapatkan perlakuan selembut ini. Dengan perlahan, Kyung Soo pun menyambut tangan tersebut kemudian mereka bertiga melakukan perjabatan tangan tanda mereka sudah berkenalan.
“kau mau ke kantin bersama kami Kyung? Kalau berdua saja tidak seru” kata Sooyoung dan Kyung Soo pun mengangguk pelan membuat Seulgi maupun Sooyoung tersenyum cerah lalu dengan cepat menyeret Kyung Soo ke kantin.
~o0o~
“jangan... Kyung Soo” ucap seorang perempuan berambut merah ke arah perempuan berambut biru, membuat perempuan berambut biru tersebut mengernyitkan keningnya.
“bukankah kau senang akan kembali bersama kami bertiga lagi, kita akan bersenang-senang seperti dulu” jelas perempuan berambut biru dengan senyum cerahnya sambil menunjukkan sebuah pigura foto yang terisi oleh empat orang perempuan dengan warna rambut yang berbeda.
“sedih... jangan”
“seharusnya kau senang!!! Aku sudah membuatmu bisa pergi kemana pun kamu mau, kenapa kau tidak senang ketika kita akan seperti dulu lagi!!!” teriak perempuan berambut biru kemudian melempari perempuan berambut merah tersebut dengan serbuk membuat ia menjerit kesakitan.
“cukup, aku ingin istirahat. Kau yang mengawali dan kau yang harus mengakhiri” jelas perempuan berambut biru tersebut kemudian pergi dari sana.
~o0o~
“bagaimana hari pertamamu di sekolah Kyung?” tanya seorang lelaki paruh baya, sekarang keluarga Xi tengah memakan makan malam mereka dengan khidmat. Dan Luhan pun mengarahkan penglihatannya ke arah adiknya tersebut.
“sangat menyenangkan, Seulgi dan Sooyoung benar-benar baik, dan Jong In juga Joon Myeon sangat ramah” jelas Kyung Soo dengan wajah berseri membuat Luhan melongo sekaligus senang. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama Kyung Soo akhirnya tersenyum di hadapannya.
“oh ya, besok pulang sekolah aku ingin berdo’a untuk Ibu, Lu bisa temani aku kan?” tanya Kyung Soo dan langsung Luhan angguki. Jujur saja, Kyung Soo tidak pernah bisa mengingat wajah Ibunya yang telah meninggal. Selalu buram, dan itu membuat Kyung Soo frustasi.
“selesaikan makanmu Kyung, lalu cepatlah tidur. Kau tidak mau kan Sooyoung maupun Seulgi menertawakan matamu karena ada kantungnya” jelas ayahnya membuat Kyung Soo tertawa pelan, Luhan yang melihat itu hanya terdiam. Adiknya... sudah bisa tertawa. Dan tak bisa ia tahan, senyum bahagia pun terbentuk di wajah mungilnya.
~o0o~
“Jong, bagaimana dengan Yixing?” tanya Joon Myeon yang tengah membaca novel di sofa, sedangkan Jong In tengah memainkan gamenya.
“baik, dia hanya perlu terapi beberapa kali lagi agar bisa berjalan lagi” jawab Jong In, entah kenapa selera untuk bemain gamenya menghilang ketika mengingat Zhang Yizing, kekasih dari Joon Myeon yang telah rela mengeluarkan semua kekuatannya demi mereka bersembilan. Dan efek sampingnya, Yixing akhirnya mengalami kelumpuhan. Joon Myeon pun sempat dilarikan ke psikolog karena tertekan dan rasa bersalah menghinggapinya.
“kita hanya perlu menunggu Joon, dan semoga dia-yang-dirahasiakan-namanya tidak bertindak sekarang” jelas Jong In dan Joon Myeon hanya mengangguk.
“bagaimana dengan mereka berdua?”
“siapa?”
“tanah dan telepathy?” Jong In terdiam, ya... sekarang dia-yang-dirahasiakan-namanya tengah mengincar pengendali tanah. Sudah lama tidak melihatnya membuat Jong In menggigit bibirnya.
“sekarang dia memiliki kekuatan yang lain Jong, jadi bisa dibilang dia punya dua kekuatan. Makanya dia-yang-dirahasiakan-namanya sangat mengincarnya, entah karena kekuatannya atau alasan yang lain.” Jelas Jong In lagi, matanya memanas. Jong In benar-benar tidak ingin kehilangan si pengendali tanah lagi.
Sudah cukup ketika si pengendali tanah pergi meninggalkannya bersama si telepathy karena mencoba kapsul waktu milik Joon Myeon dan si pengendali gravitasi, terjadi kerusakan dan tidak bisa membuat si pengendali tanah dan si telepathy kembali. Dan setelah memperbaikinya mereka semua pun melompati waktu di mana si pengendali tanah dan si telepathy berada.
“zaman sekarang, hantu sangat berani ya”
“itu karena kita meninggalkan zaman kita dan berdampak untuk masa depan” jelas Joon Myeon. Tiba-tiba angin deras memasuki rumah mereka melalui jendela, membuat Jong In mendengus kesal.
“tidak usah seperti itu, aku tahu itu kau” kata Joon Myeon dan akhirnya seseorang keluar dari pusaran angin dengan wajah datarnya, ia ini si pengendali angin.
“ku dengar kalian sudah menemukan mereka” kata lelaki itu, Joon Myeon tersenyum. Sedangkan lelaki itu duduk sambil mengarahkan penglihatanya ke arah Jong In maupun Joon Myeon.
“kekasihmu baik-baik saja, namun mereka tidak mengingat kita” penjelasan Joon Myeon membuat lelaki tersebut tersenyum getir, Jong In dan Joon Myeon tahu apa yang dirasakan lelaki yang ada di hadapan mereka sekarang.
“Jong In ku sayang!” dengan cepat Jong In berdiri, itu Kyung Soo... ia dapat mendengar Kyung Soo memanggilnya. Dan dengan cepat Jong In pergi ke tempat Kyung Soo, dengan kekuatan teleportnya. Ya dialah si teleport.
“ada apa?!” seru Joon Myeon namun Jong In malah menghilang, dan dalam waktu bersamaan lelaki yang ada di depannya sudah menghilang. Wajah panik sudah terukir di wajah Joon Myeon.
 apa yang terjadi?

~TBC~

A/N :
 Annyeong!!! Akhirnya bisa comeback dari hiatus lama T.T oh ya maaf udah bikin kalian penasaran, pdhal pennya di lanjtin yang ff kemarin tp krna udah bingung stngah mati gmna lanjtuinnya jadi lebih baik ngetik ulang ama masukin ide-ide yang lain :D
Makasih udah follow favorit ff abal say juseyo T.T
Jan lupa RnR, tapi jngn isinya “next, good, done, dan bla bla bla” krna yang aku btuhin dari kalian itu masukan dan saran juseyo XD
Makasih juseyo :*
Oh ya ini ff gk bkal cman dpublish di ff.net aja, tp di blog kaka tersyang soyo hoho #ala kakek-kakek. Jan lupa RnR juseyo J